S E N J A D I K A M P U N G
Senja itu kami tiba di kampung terdengar suara seseorang,
kupeluk dia etek tetangga yang meneriaki aku datang.
Di rumah tua berkumpul sanak keluarga lama menanti,
katanya sudah sejak berharihari.
Aku berjabat tangan satu satu yang lupa ingat ingat dulu,
kami mengenang kembali masa puluhan tahun yang lalu.
Di halaman depan istri dan anak anak kusaksikan,
dirangkul nenek nenek dan kaum prempuan.
Persahabatan tak membedakan suku dan bangsa,
karena darah Rakyat punya warna yang sama.
Mawi Ananta Jonie
Amsterdam, 15/02/2008