UNTUK SEBUAH MIMPI DAN ARTIKATA MERDEKA

Ketika luka luka itu masih terus meradang dengan sakitnya adikku,
aku seberangi sungai dan panjati puncak puncak gunung negerimu.

Ini untuk sebuah mimpi dan arti kata merdeka yang diperjuangkan,
dan di sini aku pernah bikin janji jika aku mati kuburlah tanpa nisan.

Waktu itu barisanmu berderap maju tanpa kata menyerah,
bersemangat sumpah “hutang darah harus dibayar dengan darah”.

Orang orang boleh saja bermimpi ya adikku tiada yang melarang,
tapi kenyataan kenyataan lain dari apa yang dirancang.

Hari ini adalah hari yang Ke 30 pernikahan kita
dibawah tenda dan senja dengan bunga merah kesumba.

Sayup sayup terdengar suara tembakan senapang jauh,
di lekuk siku jalan cinta kita bersauh.

Mawi Ananta Jonie
Amsterdam, 05/02/2006

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.